PENGERTIAN DAN DEFINISI

Dalam Dunia Pendidikan terkadang kita sering mengartikan dan mendefinisikan sesuatu agar mudah dimengerti, sedangkan menurut hemat saya arti dari Pengertian itu sendiri adalah penjelasan arti dari kata dari penulis kepada pembaca agar pembaca dapat mengerti tentang permasalahan 

Sedangkan Definisi Berasal dari kata latin Definire artinya menandai batas2 pada sesuatu, dapat diartikan sebagai penjelasan apa yang dimaksud oleh sesuatu term atau dengan kata lain ialah suatu pernyataan yang memuat penjelasan tentang arti suatu term. Selain itu Definisi bisa diartikan sebagai suatu pernyataan mengenai ciri-ciri penting suatu hal, dan biasanya lebih kompleks dari arti, makna, atau pengertian suatu hal.

Ada berbagai jenis definisi, salah satunya yang umum adalah definisi perkataan dalam kamus (lexical definition).

Definisi terdiri dari:

  1. definisi nominalis
  2. definisi realis
  3. definisi praktis
A. DEFINISI NOMINALIS
Penjelaswan sebuah istilah dengan kata lain yang lebih umum dimengerti.
 
1. Definisi Sinonim, Dengan memberikan persamaan kata yang lebih dimenegrti. Misalnya dampak adalah pengaruh yang menbawa akibat, arca adalah patung.
2. Definisi Simbolik, Memberi persamaan pernyataan berbentuk simbol-simbol. Misalnya (P?Q) ? -(P?-Q) jika p maka q, didefinisikan non (p dan non q ) (A ? B ) ? ? x ( x ? A ? x ? B) A adalah bagian B, didefinisikan untuk semua x jika x anggota A maka x anggota B
3. Definisi Etimologik, Dengan cara memberikan asal mula istilahnya. Misalnya, demokrasi dari asal kata “ demos “ berarti rakyat, “kratos/kratein” berarti kekuasaan/ berkuasa.
4. Definisi Sematik, Penjelasan suatu tanda dengan arti atau makna yang telah terkenal, Misalnya, 
Tanda ? berarti maka atau jadi
Tanda ? berarti jika….maka….
Tanda ? berarti bila dan hanya bila
Tanda ? Jika hanya……maka….
5. Definisi stipulatuf, Pemberian nama atas dasar kesepakatan bersama. Misalnya planet tetentu disebut Mars
6. Definisi denotative, Penjelasan istilah dengan cara menunjukkan atau memberi contoh suatu benda atau hal yang termasuk dalam cakupan istilah tertentu. Misalnya, jagung, padi dll.
  • Definisi ostensit, Memberi batasan sesuatu istilah dengan memberi contoh. 
  • Definisi enumeratif, Memberi batasan sesuatu istilah dengan memberi perincian satu demi satu secara lengkap. Mis, propinsi di Indonesia adalah prop jatemg, diy, dki samapi terahkir papua barat
Syarat-syarat definisi nominalis:
  • Apabila sesuatu kata mempunyai sesuatu arti tertentu.
  • Jangan mengunakan kata untuk mendefinisikan jika tidak tahu.
  • Apabila arti dan pengertian sesuatu istilah menjadi suatu objek pembicaraan.
B. DEFINISI REALIS
Penjelasan tentang hal yang ditandai oleh sesuatu istilah.
 
1. Definisi Esensial, Penjelasan dengan cara menguraikan bagian-bagian dasar yang menyusun sesuatu hal.
  • Definisi analitik, Menunjukkan bagian-bagian suatu benda yamg mewujudkan esensinya. Misalnya, “manusia” dapat didefinisikan suatu subtansi yang terdiri atas badan dan jiwa
  • Definisi konotatif, Menunjukkan isi dari suatu term yang terdiri atas genus dan deferensia. Misalnya, manusia adalah hewan yang berakal.
Definisi konotatif dapat dicapai melalui :
  • Membandingkan hal yang hendak didefinisikan dengan hal lain.
  • Menunjukan jenis atau golongan yang memuat hal tersebut
  • Menunjukkan ciri2 yang membedakan hal tersebut dari semua hal lain yang termasuk golongan yang sama
2. definisi Deskriptif, menunjukkan sifat-sifat yang dimiliki oleh hal yang didefinisikan.
  • Definisi aksidental, Menunjukkan jenis dari halnya dengan sifat-sifat khusus yang menyertai hal tersebut. Misalnya, manusia adalah hewan ang berpolitik.
  • Definisi kausal, Menyatakan bagaimana sesuatu hal terjadi atau terwujud. Misalnya, awan adalah uap air yang terkumpul diudara karena penyinaran laut oleh matahari
C. DEFINISI PRAKTIS
Penjelasan tentang suatu hal ditinjau dari segi kegunaan atau tujuan.
 
1. Definisi operasional, Penjelasan suatu term dengan cara menegaskan langkah-langkah pengujian khusus yang harus dilaksanakan .
  • Operasional Kualitatif, Berdasarkan isi atau kekuatan hal yang diamati. Misalnya, magnet adalahlogam yang dapat menarik gugusan besi.
  • Operasional kuantatif, Berdasarkan banyak atau jumlah hal yang diamati. Misalnya, panjang adalah jumlah kali ukuran standar memenuhi jarak.
2. definisi fungsional dengan cara menunjukan kegunaan atau tujuannya. Misalnya, Negara adalah persekutuan besar yang bertujuan kesejahteraan bersama bersifat pragmatis.
 
3. Definisi persuasif, Merumuskan suatu pernyataan yang dapat mempengaruhi orang lain. Misalnya, lux adalah sabun bintang-bintang film
 
D. SYARAT-SYARAT DEFINISI
  1. Harus menyatakan ciri-ciri hakiki dari apa yang didefinisikan. Mis, hewan adalah organisme berindra.
  2. harus merupakan suatu kesetaraan arti hal yang didefinisikan. a). Definiens tidak lebih luas dari yang didefinisikan. Misalnya, manusia adalah "organisme yang berindra" adalah terlalu luas. b). Definiens tidak lebih sempit dari yang didefinisikan. Misalnya, kursi sebagai "barang yang sekarang diduduki" adalah terlampau sempit.
  3. Harus menghidarkan pernyataan yang emuat istilah2 yang didefinisikan. Misalnya, keracunan adalah hasil akibat minum obat.
  4. Sedapat mungkin harus dinyatakan dalam bentuk rumusan yang positif. Misalnya, dinyatakan kaya bila orang itu tidak miskin.
  5. Harus dinyatakan secara singkat. Misalnya, alumunium adalah jenis logam tertentu yang bercahaya

Dari keterangan lain Definisi adalah menganalisis jenis dan sifat pembeda yang dikandungnya. Genera kita sebut untuk mendekatkan pikiran kita, karena dengan genera suatu barang atau benda akan mudah dikenal, termasuk kelompok apa, dan dengan menyebutkan differentia kita akan sampai pada pengertian kata yang kita definisikan. Dengan menggunakan contoh diatas, maka dapat kita lihat bahwa Ayah merupakan definiendum sedangkan orang tua laki-laki adalah definiens, yang bisa kita bedakan menjadi orang tua sebagai genera dan laki-laki sebagai differentia.


Pengertian lain dari definisi adalah:

Definisi adalah suatu pernyataan yang memberikan arti pada sebuah kata atau frase (Solomon, hal.234)


Definisi adalah sebuah penjelasan tentang arti sebuah kata (Rescher, hal.30). Penjelasan harus membuat jelas definisi yang dimaksudkan dan definisi berhubungan dengan kata bukan benda.


Definisi adalah perumusan yang singkat, padat, jelas dan tepat yang menerangkan ‘apa sebenarrnya suatu hal itu’ sehingga dapat dengan jelas dimengerti dan dibedakan dari semua hal lain. (Poespoprodjo, hal. 67)


Dari penjelasan diatas jelaslah bahwa Definisi mempunyai tugas untuk menetukan batas suatu pengertian dengan tepat, jelas dan singkat. Maksudnya menentukan batas-batas pengetian tertentu sehingga jelas apa yang dimaksud, tidak kabur dan tidak dicampuradukkan dengan pengertian-pengertian lain, maka definisi yang baik harus memenuhi syarat:

  1. Merumuskan dengan jelas, lengkap dan singkat semua unsur pokok (isi) pengertian tertentu.
  2. Yaitu unsur-unsur yang perlu dan cukup untuk mengetahui apa sebenarnya barang itu (tidak lebih dan tidak kurang).
  3. Sehingga dengan jelas dapat dibedakan dari semua barang yang lain.  
Setiap definisi harus mempunyai 2 bagian, yaitu:
  1. Sesuatu yang akan didefinisikan, yang dikenal dengan istilah definiendum
  2. Penjelasan yang menjelaskan sesuatu tersebut, yang dikenal dengan istilah definiens
Contoh: Ibu = orang tua Perempuan
Judul: PENGERTIAN DAN DEFINISI
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Ujang Solihin

Terimakasih atas kunjungannya dan atas kesediaan Anda membaca artikel ini. Pertanyaan, Kritik dan Saran sobat semua dapat sampaikan melalui Kotak komentar dibawah ini.

0 komentar:

Poskan Komentar