KONSEP PENDIDIKAN TERBAIK

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Hanya sekedar berbagi informasi

Akademisi Universitas Sains Malaysia Dr. H. Abdul Halim Bin H. Ismail Ibnu Syaid Dinaa Albar mengatakan bahwa konsep pendidikan terbaik adalah pesantren. untuk lebih jelasnya silahkan baca dari sumbernya konsep pendidikan terbaik adalah pesantren 

Semoga dengan penjelasan konsep pendidikan tersebut kita semua tidak memandang sebelah mata terhadap pendidikan PESANTREN.
Dalam hal ini kami menawarkan sebuah PESANTREN dengan memadukan tiga sistem yaitu modernnya Gontor, tradisionalnya Salaf dan administrasinya di lingkungan Departemen Agama 

untuk lebih jelasnya monggo disimak



Memahami Orgasme Payudara

Catatan Sang Pendidik - SEKSUALITAS wanita pertama kali dilihat dari payudara. Ini jelas, karena bagi lelaki, "benda" itulah yang pertama kali dapat dijadikan  "ukuran semuanya". Sayang, banyak wanita yang justru tak mengenali payudaranya, lebih mengejar orgasme klitoris dan vagina daripada orgasme payudara!

Secara sederhana,  orgasme payudara terjadi pada puncak rangsangan payudara yang berawal dari rangsangan seputar payudara hingga ke pucuk puting Anda. Pada saat itu, banyak wanita yang sudah mencapai klimaks rangsangan dan berharap pasangannya dapat memberikan rangsangan simultan lain di daerah erotis lainnya namun tidak meninggalkan kegiatan di seputar dadanya.

Payudara dan puting memiliki kepentingan sendiri-sendiri dalam sistem saraf seks pada wanita. Puting secara langsung berhubungan dengan sistem saraf alat kelamin pada wanita, karena itu banyak wanita yang merasa adanya sambungan langsung antara alat kelaminnya pada saat putingnya dirangsang.

Seperti suatu aliran yang mengalir langsung ke vagina dan seketika sang wanita menjadi basah. Tentu saja kegiatan ini tidak serta merta membuat klimask Anda, ini tergantung juga pada jenis klimasnya dan berbagai komponen sistem saraf seks yang berbeda-beda peran dominannya.

Selama orgasme payudara, umumnya wanita tidak mengalami kontraksi rahim. Dengan kata lain, wanita menjadi sangat senang dengan rangsangan puting namun tidak merasakan adanya sambungan langsung dengan alat kelamin. Rangsangan lembut pada payudara dan puting dapat memberikan kenikmatan sekujur tubuhnya, terus mengalir ke punggung. Saat itu wanita merasakan kelebihan energi yang berpusat di puting dan payudaranya.

Namun hal ini tidak berlaku bagi seorang wanita yang menyusui. Ketika wanita menyusui bayinya, hisapan dari si bayi memicu kontraksi rahim yang mempermudah penyembuhan dari proses melahirkan. Hal ini telah lama diketahui bahwa hisapan puting pada wanita menyusui bisa mengalami dan menikmati orgasme payudara.

Kenyataannya bahwa wanita yang menyusui menikmati berbagai kenikmatan pada vagina selama proses tersedotnya air susu merupakan salah satu rahasia kaum wanita yang tidak banyak diketahui. Karena itu banyak wanita menyusui mengaku mengalami orgasme hisapan multipel ketika tengah menyusui bayinya. Dua diantaranya mengaku klimaks jika hisapan dilakukan dengan sangat kuat dan hampir semua merasakan adanya kontraksi rahim atau vagina pada puncak orgasme.

Orgasme payudara tampaknya paling banyak dikenal dan diakui oleh wanita, namun sulit untuk didefinisikan. Sebaliknya, fase yang terjadi dari kegiatan ini, mereka menikmati rangsangan payudara selama petting berat dan necking dimana orgasme seringkali terjadi.

Meskipun sebenarnya semua wanita menyadari payudaranya merupakan sumber daya tarik utama bagi kaum pria, banyak wanita yeng memiliki perasaan yang bertentangan terhadap payudaranya. Mereka merasa tidak puas dengan bentuk dan ukuran payudaranya atau merasa tiak puas dengan bentuk dan ukuran putingnya.

Akibatnya, mereka bisa merasa cemas ketika untuk pertama kali harus bertelanjang dada di hadapan pasangannya. Maka tidak mengherankan bila perhatian cinta yang diberikan pada payudaranya selama aktivitas seks merupakan bentuk penegasan yang sangat ampuh.

Perhatian yang diberikan oleh kaum pria terhadap payudara wanita dengan cara mengungkapkan daya tarik seks si wanita dan mungkin menentang keraguan dirinya (si wanita) dengan mendorong dimunculkannya konsep dirinya sebagai wanita yang menggairahkan. Bayangkan saja, ketika payudara Anda dimainkan, Anda sangat menikmatinya dan berpikir bahwa Anda menjadi wanita yang sempurna. Anda pasti sangat menyukainya.

Bagi sejumlah wanita, rangsangan pada puting bukan hanya menyulut wanita menjadi terangsang dan bergairah, tapi tampak kurang begitu menakutkan dibandingkan permainan pada alat kelamin. Hal serupa berlaku juga pada klimaks payudara.

Orgasme ini lebih aman, teratur dan Anda akan merasa sangat intim dan sempurna. Anda pasti ingin lagi dan lagi. Orgasme payudara ini juga merupakan klimaks yang lebih murni dan lebih bersih.

Pada tingkat yang lebih dalam, permainan payudara dan orgasme payudara membangkitkan insting keibuan dan perasaan terlindung pada pasangan pria. Seorang pria yang menghisap atau memainkan payudara wanita terlihat kurang membahayakan karena dia terlihat dalam posisi tergantung.

Bagi sejumlah wanita, permainan payudara dan klimaks payudara menimbulkan rasa menjadi kuat atau bertanggung jawab. Hal ini dapat membangkitkan perasaan-perasaan terhanyut dalam fantasi untuk menyusui pasangan.

Payudara dan sifat perempuan

Catatan Sang Pendidik - Payudara mempunyai pesona yang luar biasa. Banyak perempuan yang mengidam-idamkan bentuk payudara yang indah. Maklum, bagian tersebut mempunyai daya pikat yang luar biasa untuk menarik hati kaum lelaki. Namun, ternyata payudara juga menyimpan sejuta misteri. Banyak pakar supranatural yang menghubung-hubungkan antara bentuk payudara dan sifat perempuan. Benarkah demikian?

Banyak cara yang dipakai oleh ahli supranatural untuk melihat sosok perempuan. Hampir setiap bagian tubuh perempuan, menurut para ahli tersebut, bisa dipakai untuk melihat sifat dan wataknya. Inilah perkiraan pakar mengenai bentuk payudara dan hubungannya dengan sifat perempuan:

Payudara montok. Perempuan yang mempunyai payudara berisi dan montok biasanya mempunyai sifat suka menonjolkan diri sendiri. Rasa percaya dirinya lebih dari cukup (over confident) sehingga suka memandang rendah pihak lain. Akibatnya, perempuan ini juga senang mempengaruhi orang lain untuk mengikuti pendapat dan pandangan pribadinya.

Payudara kecil. Perempuan ini memiliki sifat pantang menyerah. Setiap target yang telah dicanangkan selalu berusaha dicapai dengan mengerahkan segala kemampuan yang dimilikinya. Wajar kalau sebagian besar cita-citanya bisa diwujudkan.

Payudara besar. Perempuan yang mempunyai bentuk payudara besar biasanya memiliki sifat sensitif. Mereka mudah tersinggung terhadap perilaku orang lain. Apabila perasaannya tersinggung mereka pun akan segera mengungkapkan ketidaksukaannya tersebut. Yang jelas mereka tidak bisa menyimpan perasaannya dan cenderung temperamental. Namun kelebihan perempuan ini adalah tidak memiliki rasa dendam Biasanya, setelah marah-marah maka masalah itu akan segera dilupakannya.

Tak Selamanya Seks itu NIKMAT

Catatan Sang Pendidik - Tidak selamanya melakukan hunungan Seks itu Nikmat

Seks, apa yang Anda ingat ketika mendengar kata itu? Gairah, kenikmatan, atau manfaatnya untuk kesehatan?

Tak salah bila Anda punya pengertian seperti itu. Karena itu semua benar adanya. Tapi, sebuah studi baru nampaknya perlu juga dipertimbangkan. Ditengarai, seks bisa memperpendek usia.

Dugaan itu diambil setelah para ahli melihat kenyataan bahwa serangga yang "kawin", cenderung berusia pendek. Bukan karena penyakit seksual yang ditularkan, tapi karena faktor lain.

Seperti yang terjadi pada serangga mealworm, para ahli yakin, hubungan seks juga bisa berdampak buruk pada mahluk hidup lain, termasuk manusia. Apa pasal?

Karena, baik serangga maupun manusia, sama-sama mengeluarkan sejenis hormon, yang ternyata bisa mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Hormon itu dikeluarkan sesaat setelah mereka "kawin".

Pada serangga, "Hormon itu membuat mereka rentan terkena infeksi," ujar Dr. Jens Rolff dan Dr. Michael Siva-Jothy dari University of Sheffield. "Walau mereka termasuk jenis yang paling sukses dalam evolusioner, tapi ternyata paling cepat mati."

Menurut Siva-Jothy, karakteristik hormon yang dikeluarkan manusia setelah melakukan hubungan intim, sama seperti hormon yang dihasilkan serangga. Hormon itu dapat menggerogoti sistem kekebalan tubuh manusia.

"Tentu saja, lama-kelamaan, kondisi itu berpotensi menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit," paparnya. Pertanyaannya sekarang, apakah hanya karena kesamaan satu jenis hormon, maka karakteristik manusia sama dengan serangga?

Bagaimana menurut Anda?

Harmonisme Seks

Catatan Sang Pendidik - Seperti Apa Sih, Seks yang Harmonis itu ..? 



Hampir dalam setiap rubrik konsultasi psikologi atau seksologi di media massa, selalu disebut soal rumah tangga harmonis dan juga hubungan seks yang harmonis. Tapi, "Seperti apa sih, seks harmonis itu?"

Itulah salah satu pertanyaan yang sering mengemuka. Androlog Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila menyatakan: Kehidupan seksual yang tidak harmonis, biasanya akan mempengaruhi kebahagiaan perkawinan. Bahkan tidak jarang timbul berbagai akibat yang pada akhirnya mengganggu kelangsungan perkawinan yang tidak diharapkan oleh semua pasangan.



Kecenderungan melakukan hubungan seksual dengan orang lain menjadi semakin kuat lagi bila ada faktor pemicunya. Salah satu faktor pemicu, ialah kehidupan seksual tidak harmonis. Sedang kehidupan seksual yang tidak harmonis ialah kehidupan seksual yang tidak dapat dinikmati bersama, atau hanya dapat dinikmati oleh salah satu pihak saja.



Empat Landasan…



Menurut Prof. Wimpie, ada beberapa sebab mengapa kehidupan seksual suami-isteri tidak harmonis, yaitu pertama, pengetahuan seksual yang kurang, kedua, komunikasi yang tidak baik, dan ketiga fungsi seksual yang terganggu.

Maka penting sekali membina kehidupan seksual agar menjadi harmonis dengan memahami dasar-dasarnya. Untuk itu perlu dilakukan upaya sebagai berikut:



Menerima pengetahuan seksual yang benar.

Membina komunikasi yang baik antara suami dan isteri, khususnya komunikasi seksual.



Menjaga fungsi seksual agar tetap baik

Segera atasi setiap gangguan fungsi seksual dengan cara yang benar.

Sudah cukupkah itu semua? Tentu saja seks yang harmonis harus selalu dibangun dan diupayakan oleh suami dan isteri setiap waktu dan secara bersama-sama. Upaya ini penting karena seiring perjalanan perkawinan, perhatian suami-isteri semakin banyak tersita oleh banyak urusan.



Masalah pekerjaan, masalah anak hingga tanggungjawab sosial memang tidak boleh diabaikan. Tapi, semua itu tentu tidak harus menyebabkan hubungan seksual dalam perkawinan menjadi tidak perlu lagi. Hubungan seksual tetap penting dalam kehidupan perkawinan karena seksualitas dalam perkawinan mengandung dimensi prokreasi, rekreasi, relasi dan peneguh institusi.



Melalui dimensi-dimensi itu kesenangan bersama dinikmati, keakraban terjalin, keharmonisan terjadi dan kebahagiaan terwujud. Jadi kalau pun sudah bukan menjadi prioritas nomor satu lagi, hubungan seksual seharsunya tetap tidak boleh dicoret dari daftar prioritas suami-isteri.



Ini pula sebabnya mengapa berbagai buku teori dan panduan seksual, lengkap dengan cara-cara mengatasi gangguannya dibuat dan dikembangkan di sepanjang zaman.



Faktor Penyebab…



Menurut seksolog Alex Pangkahila, salah satu penyebab hubungan seksual yang tidak harmonis adalah faktor fisik , yang bisa disebabkan karena penyakit dan bukan penyakit.



Beberapa faktor penyebab yang bukan penyakit adalah: faktor psikologis, faktor ketidakbugaran dan faktor keterampilan.



Faktor keterampilan ini, menurut saudara kandung seksolog Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila, perlu digarisbawahi karena sebenarnya jarang orang yang menikah dan hidup dalam suatu perkawinan, sebelumnya belajar dulu tentang keterampilan seksual karena memang tidak ada kursus tentang itu.



Jadi, katanya, bisa dikatakan hampir semua pasangan memulainya dari nol. Bahkan orang dulu berpandangan hubungan seks tidak perlu dipelajari karena bisa berlangsung secara alamiah. "Padahal hubungan seks itu harus ilmiah untuk mencapai kualitas," tandasnya. Intinya, hubungan seks yang berkualitas perlu dipelajari. Awalanya, pelajari ilmunya, setelah menguasai pengetahuan barulah melatih diri agar terampil.



Menurut Alex, keterampilan seks sendiri dibagi tiga. Yaitu masalah sensual, seksualitas dan seks itu sendiri. Yang dimaksud dengan sensual adalah: perabaan yang mencakup 55 persen dari porsi keseluruhan. Seksualitas, merupakan hubungan yang sudah lebih dalam lagi yang menempati 40 persen dari porsi. Sedang seks, dalam artian memasukkan alat kelamin hanya 5 persen. "Nah, terkadang, untuk mengejar yang 5 persen, kita sering mengabaikan yang 95 persen tadi. Disitulah sering terjadinya kegagalan mencapai hubungan seks yang prima," tandas Alex.



Mengganggu Perkawinan…



Dalam perjalanan perkawinan, bila kegagalan mencapai hubungan seks yang prima selalu terulang, secara tanpa disadari bisa membuat kehidupan seksual pasangan suami isteri terganggu.

Salah satu cirinya, kenikmatan seksual tidak dapat dirasakan bersama, atau hanya dapat dinikmati oleh salah satu pihak saja. Dengan demikian, kehidupan seksual mereka mulai menjadi tidak harmonis.



Bahaya dari kehidupan seksual yang tidak harmonis adalah: Bukannya tidak mungkin akan mempengaruhi kebahagiaan perkawinan. Bahkan tidak jarang timbul berbagai akibat yang pada akhirnya mengganggu kelangsungan perkawinan, yang tidak diharapkan oleh semua pasangan. Bahkan, kehidupan seksual tidak harmonis bukan tidak mungkin mendorong terjadinya hubungan seksual dengan orang lain yang bukan pasangannya sehingga mengancam kelangsungan hidup ikatan perkawinan. Semoga Anda tidak mengalaminya

Asmara Tanpa Cinta???

Catatan Sang Pendidik - Mungkinkah Asmara Terjalin Tanpa Cinta?

Banyak orang yang setelah patah hati -entah karena putus pacar, entah karena bercerai- kemudian memiliki pandangan hidup yang berbeda dalam hubungan percintaan. Ini disebabkan karena mereka berusaha belajar dari ‘kesalahan’ masa lalunya.

Konon, menurut versi mereka, patah hati dan putus cinta menjadi terasa begitu pedih karena sebelumnya mereka menyerahkan hati serta perasaan mereka sepenuhnya pada pacar ataupun pasangannya. Agar kepedihan itu tak terulang, ketika mereka pertama kali membangun hubungan kembali, kebanyakan sikap yang dipilih adalah tak akan menyerahkan hati atau perasaannya sepenuhnya. "Biar nanti kalau bubaran nggak sakit", begitu alasannya.

Sikap ini, menurut psikolog Dra. Livia Iskandar Dharmawan, MSc. Bisa dimengerti karena mereka dalam kondisi belum sembuh dari 'luka' sebelumnya. "Biasanya, hubungan yang mereka bangun untuk sekedar menunjukkan pada orang lain bahwa dia bisa menjalin hubungan baru lagi. Kadang, malah alasannya karena masih merasa takut dengan kesendirian yang dialaminya", katanya.

Jika itu alasannya, tentulah hubungan yang dijalin kemudian bisa dianggap memiliki landasan yang salah. Jangan harap bisa langgeng deh. Pikir aja, mana mungkin sih bisa membangun hubungan cinta tanpa perasaan sepenuhnya sama sosok yang kita sayangi? Bukankah suatu hubungan bakal bisa berkelanjutan kalau kita melibatkan seluruh perasaan pada si dia? Apalagi cinta sudah tumbuh dan kemudian bahkan 'mengakui sisi' hati kita.

"Memang, idealnya… kalau kita cinta pada seseorang harusnya cinta itu melibatkan seluruh perasaan yang juga kita miliki. Tapi kan… life never that simple", kata Livia mengingatkan.

Jadi gimana dong? "Yah… siapkan dulu hati ini. Kalau masih luka karena 'tragedi' masa lalu, sembuhkan dulu. Kalau memang sudah siap nah baru mulai", tambah Livia. "Cara menyembuhkan luka yang berat, kalau memang sudah usaha sendiri tidak bisa, datanglah ke ahli. Itu gunanya ada ilmu psikologi di dunia ini", katanya sembari tertawa.

Nah dari pada maksain diri terlibat hubungan cinta hanya karena alasan dan kondisi yang salah, lebih baik tenangkan hati dulu kali ya? Soalnya, kalau belum sembuh dan kena masalah baru lagi, lebih pedih… Nggak mau kan?

Wanita Karir Lebih Maskulin

Catatan Sang Pendidik - Wanita Karir Lebih Maskulin ?



Persaingan untuk menjaga eksistensi diri, telah membuat wanita karir lebih maskulin dari biasanya dan dari yang lainnya. Demikian hasil sebuah studi.



Bisa jadi hasil studi itu benar adanya. Pasalnya, untuk eksis di dunia bisnis, kecantikan dan kelembutan saja tidak cukup. Wanita juga harus memiliki jiwa bersaing, bersikap sedikit "bengis" dan tak berperasaan terhadap orang lain.



Ironisnya, sikap yang seharusnya hanya dipraktikan di lingkungan kantor itu, tanpa disadari telah dibawanya ke rumah. Kesetaraan sosial membuat wanita karir tak canggung berhadapan dengan pria, karena memang mereka merasa dirinya tak berbeda dari pria.



Tidak hanya itu, kutip majalah Management Today, pola pikir mengenai konsep pernikahan dan rumah tangga (pada wanita) juga telah berubah. "Hampir 1/3 wanita karir menilai pernikahan itu hanya untuk mendapatkan status istri atau double."



Tidak mengherankan bila mereka tak memiliki anak. Wanita kini sedang hot-hot-nya mendobrak tirani kaum pria. "Bahkan tidak sedikit wanita yang merasa dirinya lebih bisa menjadi ayah, ketimbang suaminya sendiri."



Namun begitu, tulis majalah itu, hingga saat ini, nampaknya dunia bisnis masih mengembuskan nafas atau citra pria. Oleh sebab itu, "Wanita masih membutuhkan usaha keras untuk menjungkirkan dogma tersebut," kata editor Rufus Onlins.